Kejar Target, TNI Lembur Pacu Pekerjaan Abutmen Jembatan Garuda di Aceh Selatan

Redaksi
27 Okt 2026 14:01
2 menit membaca

LIPUTANRAKYAT.COM| ACEH SELATAN, Selasa (27/10/2026) – Tak kenal lelah, prajurit TNI terus berpacu dengan waktu. Demi mengejar target pembangunan, pekerjaan abutmen Jembatan Garuda di Desa Durian Kawan, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, dikebut hingga malam hari.

 

Di bawah tantangan cuaca yang kerap diguyur hujan, prajurit TNI bersama masyarakat tetap berupaya memaksimalkan pekerjaan di lapangan. Waktu yang tersedia dimanfaatkan seoptimal mungkin agar progres pembangunan terus meningkat dan tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai rencana.

 

Pekerjaan abutmen menjadi salah satu tahapan penting dalam konstruksi jembatan. Struktur ini berfungsi sebagai penopang pada kedua ujung jembatan sehingga pengerjaannya membutuhkan ketelitian, perhitungan, dan kualitas konstruksi yang baik.

 

Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., mengatakan, pekerjaan pada malam hari dilakukan sebagai upaya mengoptimalkan waktu pengerjaan, mengingat kondisi cuaca di wilayah Aceh Selatan belakangan ini kerap diwarnai hujan.

 

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi personel di lapangan. Karena itu, ketika situasi dan kondisi memungkinkan, pekerjaan dimaksimalkan agar pembangunan tidak mengalami keterlambatan.

 

“Cuaca yang kerap turun hujan menjadi tantangan tersendiri bagi pekerjaan di lapangan. Karena itu, ketika kondisi memungkinkan, pekerjaan kita maksimalkan hingga malam hari agar progres pembangunan terus meningkat. Kita berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai target, dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan kerja,” tegas Dandim.

 

Ia menambahkan, percepatan pembangunan juga dilakukan pada sejumlah titik jembatan beton lainnya di wilayah Aceh Selatan. Secara keseluruhan, terdapat 14 titik jembatan beton yang sedang dikerjakan dan terus dipacu progresnya.

 

Meski dihadapkan pada tantangan cuaca dan kondisi lapangan, setiap tahapan pekerjaan tetap harus dilaksanakan secara cermat. Percepatan bukan semata-mata mengejar waktu, tetapi juga memastikan jembatan yang dibangun nantinya kokoh, aman, dan layak digunakan masyarakat.

 

Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Durian Kawan diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat.

 

Di lokasi pekerjaan, semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan dalam mendorong percepatan pembangunan. Setiap tahapan yang diselesaikan membawa harapan agar akses penghubung yang dibutuhkan warga segera terwujud.

 

Bagi prajurit TNI, hujan menjadi tantangan, waktu menjadi perhatian, dan target menjadi tanggung jawab. Selama kondisi memungkinkan, pekerjaan terus dipacu demi menghadirkan jembatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.[Red]

x
x